Make your own free website on Tripod.com
absis
enjoy...Absis #
absis

menu

info.....

Rubrik 1

Rubrik 2

Kita perlu Tahu..

Lingkungan

Step by Step

Pendapat

Anda

Menurut anda,

bagaimana kon

disi pendidikan

di Indonesia

saat ini :

Baik

Tak jelas

Buruk

data pengunjung

L

e

a

r

n

¡

n

g

Keep on spirit...

Let's Study!


Topik utama...





Pola Pikir Mahasiswa

Mahasiswa, adalah sebutan bagi mereka yang telah lulus dari sekolah menengah umum (SMU) dan sederajatnya yang melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, seperti Universitas, institut, dan yang lainnya. Menjadi seorang mahasiswa berarti telah memasuki suatu arena pendidikan dengan level yang lebih tinggi. Dengan demikian, dibutuhkan pemikiran yang lebih tinggi untuk menggeluti bidangnya.

Dewasa ini, terdapat beberapa perbedaan antara mahasiswa negara maju dan mahasiswa negara berkembang. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari partisipasi mahasiswa tersebut, keseimbangan antara jumlah mahasiswa yang tersedia dengan lapangan pekerjaan yang ada, dan faktor lainnya. Tabel berikut memberikan gambaran antara mahasiswa negara maju dan mahasiswa negara berkembang :

Mahasiswa Negara Maju

ø Angka partisipasi > 30%

ø Belanda 40%, USA 50%, Kanada 90%

ø Bekerja sebagai Intelectual Capital (Agent of Change)

ø Sistem tertata secara terstruktur

ø Jumlah Mahasiswa sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, a.l Professional needs, Industrial needs, societal needs, dan perguruan tinggi (Higher Educatioan)

ø Research and Development sangat maju

Mahasiswa Negara Berkembang

ø Angka partisipasi 10%

ø Tidak selalu bekerja sebagai intelectual capital

ø Berfungsi ganda sebagai agent of change dan moral force

ø Sistem belum terintegrasi

ø Belum terbentuk dengan baik hubungan antara perguruan tinggi dan professional, industrial, dan societal needs

ø Industri sebagian besar hanya Traders

ø Research and Development sangat kurang

Dari kedua tabel di atas, dapat terlihat beberapa perbedaan antara mahasiswa negara maju dan negara berkembang. Pada tabel pertama yang menunjukkan data mahasiswa negara maju terlihat bahwa partisipasi masyarakat > 30%. Hal ini maksudnya adalah bahwa orang-orang yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat mahasiswa ada sekitar > 30% jumlah warga total. Selain itu, di negara maju, jumlah mahasiswa yang merupakan calon pekerja di berbagai bidang seimbang dengan kebutuhan pasar / lapangan pekerjaan yang tersedia. Hal ini dapat menjaga keseimbangan antara lapangan pekerjaan yang ada dengan pekerjanya. Keseimbangan ini juga didukung oleh pesatnya research and development di negara maju yang selalu berorientasi ke depan. Sementara itu, pada tabel keduaita lihat keterangan mengenai mahasiswa di negara berkembang. Pada tabel terlihat bahwa angka partisipasi sebesar 10%.

Hal ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya pendidikan. Sebagai contoh, di negara kita, Indonesia, sebagian masyarakat cenderung untuk melanjutkan bekerja setelah lulus dari SMU daripada meneruskan untuk kuliah. Hal ini tentu tidak dapat kita salahkan karena seseorang memilih langkah tersebut tentu dengan berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangan yang mungkin adalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Ya, hal ini sedang marak di negara kita. Pada saat sekarang, lapangan pekerjaan merupakan salah satu sarana yang cukup sulit didapat, apalagi kalau kita malas mencarinya atau tidak mau berpikir mandiri untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

lanjutkan...

ke website lain :


http://

© Copyright 2004